Sunday, January 18, 2026

Benarkah Emas Overvalued?

"Emas adalah uang. Segala sesuatu yang lain adalah kredit", begitulah kira-kira ungkapan dari seorang JP Morgan untuk menggambarkan betapa menariknya emas. Belakangan ini harga emas memang melonjak hebat, bahkan hingga menyentuh angka tertingginya dan mungkin saja masih akan terus naik ke depannya.

Melihat fenomena ini saya seketika teringat lagi dengan fenomena booming-nya tanaman Gelombang Cinta dan Monsteraa beberapa tahun lalu. Ketika itu tanaman kesukaan ibu-ibu tersebut mendadak jadi hits pembicaraan nasional, lalu entah bagaimana orang-orang banyak yang ingin membelinya. Karena demand atau permintaan yang begitu tinggi, harganya lalu meroket gila-gilaan. Saat itu banyak orang sampai bertanya-tanya, sebenernya berapa sih harga yang wajar untuk tanaman seperti itu? Masa iya sebegitu mahalnya? Bukan kah orang-orang bisa membudidayakan tanaman itu? Seharusnya nggak semahal itu dong. 

Singkat cerita akhirnya banyak yang menyadari, ternyata memang sulit menentukan harga wajar untuk komoditas ini. Mungkin karena yang menjadi ukuran terbilang samar-samar (tidak ada satuan penilaian baku yang jelas antara pihak satu dengan lainnya). Kalau Menurut si A nilai dari tanaman ini 80 poin, bisa saja menurut B nilai tanaman itu hanya 60 poin. Intinya sangat beragam perspektifnya sehingga menjadi serba tidak pasti, kurang lebih seperti itu.

Lalu seiring waktu, booming tanaman itu pun berakhir. Ibarat kata, bubble-nya sudah pecah. Pelan-pelan demand-nya menurun dan berdampak pula pada perubahan harga yang perlahan menjadi sedikit lebih wajar.

Di sisi lain, emas jelas berbeda dengan tanaman gelombang cinta. Emas sering dijuluki "God’s Money" atau "Uangnya Tuhan" yang memiliki kekuatan magis, spiritual dan gaib, serta bisa menyimpan energi finansial, berbeda dengan uang ciptaan manusia yang rentan terhadap inflasi. Sejak zaman para nabi hingga zamannya Rockefeller, emas sudah diamini oleh umat manusia sebagai "barang berharga" sehingga ia (emas) tidak perlu sulit-sulit menjelaskan jika dirinya berharga. Nilai emas juga cenderung stabil.
Namun, lain dulu lain sekarang. Peralihan zaman nyatanya memberikan beberapa dampak pada berbagai hal, tak terkecuali emas. Di masa lalu emas sifatnya lebih bernilai sebagai alat tukar yang umum, mirip-mirip dengan uang saat ini. Namun posisi emas hari ini lebih bergeser ke arah komoditi. Maka tidak heran, sangat memungkinkan juga jika sewaktu-waktu emas menjadi Overvalued alias melebihi harga wajarnya jika demand yang tinggi terjadi, sebagaimana yang terjadi pada booming-nya Gelombang Cinta.

Lalu yang jadi pertanyaan adalah: apakah harga emas yang melonjak tinggi belakangan ini masih berada dalam nilai wajar? Atau jangan-jangan sudah overvalued? Mengukur harga wajar suatu komoditi itu memang sulit karena ada begitu banyak hal kompleks yang menyertainya, selain supply-demand tentunya. Emas berbeda dengan instrumen lain (misal: saham) yang cenderung bisa dihitung harga wajarnya. 

Menentukan harga wajar komoditi umumnya tidak bisa sesederhana itu karena selain melihat supply-demand, kita juga harus melihat biaya produksi, biaya penyimpanan, transportasi, hingga ke faktor eksternal lain seperti kondisi geopolitik nasional hingga global.

Singkatnya, karena begitu sulit alhasil kita terbiasa ambil cara mudahnya saja yakni dengan melihat harga yang ditetapkan secara umum. Misal seperti List update harga harian Antam. Perlu diingat, list harga seperti itu ada kalanya tidak bisa mencerminkan harga wajar dari suatu komoditi itu sendiri. Bisa saja harga itu berisi bumbu perang nilai antar beberapa brand emas. Sederhananya, daftar harga emas merek A dan merek B saja bisa berbeda meski kandungan dan berat emasnya sama. Dari sini saja kita bisa tahu, berarti nilai harga itu sangat mungkin dipengaruhi oleh hal-hal yang di luar dari nilai wajarnya.

Sampai sini kita mungkin mulai bingung terkait bagaimana menakar kisaran harga wajar emas yang sesungguhnya. Tetapi untungnya ada secercah harapan di tengah kekalutan ini. Mungkin karena Emas adalah "God’s Money", jadi Tuhan telah memberikan panduan-Nya langsung melalui kisah utusan-Nya (Nabi Muhammad saw) berabad-abad silam yang secara tidak langsung menjelaskan bahwa nilai dari satu Dinar (4, 25 gram emas) secara umum mampu mengimbangi harga satu ekor domba.
 
Dalam sebuah potongan hadits shahih Bukhari yang diriwayatkan dari 'Urwa: "Bahwa Nabi memberinya satu Dinar untuk membeli domba untuk beliau. 'Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang (satu Dinar) tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu Dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi 'Urwa. Sehingga 'Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya)..."

Kita mungkin bertanya-tanya, mengapa angka satu Dinar yang kemudian dijadikan tolak ukur, padahal dalam kisah tersebut ‘Urwa (orang yg diamanatkan untuk membeli domba) bahkan berhasil mendapatkan dua ekor domba hanya dengan satu Dinar. Untuk lebih memahaminya saya menyarankan membaca lebih lanjut artikel berjudul "Menjadikan Dinar Sebagai Alat Transaksi" pada laman hidayatullah.com. Sederhananya, uang satu Dinar milik Nabi yang diamanatkan kepada 'Urwa pada waktu itu sebenarnya diperuntukkan untuk mencari domba yang akan dikurbankan oleh Nabi. Adapun mengapa 'Urwa berhasil mendapatkan dua ekor hanya dengan bermodal satu Dinar, itu tak lepas dari kepiawaian 'Urwa dalam berniaga. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Nabi selalu memilih domba dengan kualitas terbaik untuk dijadikan sebagai kurban. Maka dari itu, bisa sedikit kita simpulkan bahwa satu Dinar (4, 25 gram emas) setara dengan harga domba kualitas terbaik. 
Hadits di atas memang tidak menjelaskan secara jelas mengenai berapa standar bobot ukuran sebaiknya untuk domba kurban agar dapat dikatakan baik sesuai tuntunan. Namun jika kita menengok pada standarisasi bobot yang digunakan lemaga seperti Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), maka kita akan mendapai angka bobot standar domba kurban berkisar antara 20 hingga 22 kilogram. 

Sekarang mari kita tengok, berapa perkiraan harga domba kurban kualitas baik (yang bobotnya minimal dua kali lipat dari bobot standar yang disarankan Baznas) di tahun ini? Pada saat tulisan ini dibuat (18 Januari 2026) diketahui bahwa harga untuk varian domba berkualitas superior (bobot 55 kg) menyentuh harga tertinggi Rp 5.773.000,- (sumber: shopee).

Baiklah, anggap kita menggunakan acuan angka Rp. 5.775.000 untuk membulatkan harga seekor domba kurban kualitas terbaik tadi. Jika satu Dinar/4, 25 gram emas itu setara dengan Rp. 5.775.000, maka kita bisa mendapatkan harga emas per gram nya berada di angka Rp 1.358.823,- (kita bulatkan menjadi Rp. 1.360.000).

Sekarang mari kita tengok berapa harga 1 gram emas saat ini? Per tanggal 18 Januari 2026, harga dasar (harga sebelum pajak) untuk tiap 1 gram emas batangan mencapai Rp. 2.663.000,- (sumber: logammulia.com). Dari sini kita semua bisa sedikit menyimpulkan, jika mengacu pada standar nilai wajar yang berdasar pada hadits di atas, maka bisa dikatakan jika harga emas hari ini tengah overvalued.

Lalu apakah kita harus menunggu harga emas sesuai dengan harga wajarnya lebih dulu untuk membeli emas? Jawabanya tidak harus. Alasan sederhananya karena track record harga emas yang jarang sekali turun jika sudah naik. Selain itu, seperti yang kita tahu, emas saat ini sudah menjadi komoditi, akan sulit menunggu emas mencapai harga wajar, mentok-mentok mungkin hanya mendekati harga wajarnya saja. 

Pada akhirnya, mau membeli sambil menunggu timing mendekati harga wajar ataupun membelinya tanpa mempertimbangkan harga wajar, itu semua keputusan kita masing-masing. Yang jelas, satu-satunya waktu terbaik untuk membeli emas adalah ketika ada uangnya. Hehehe. Semoga bermanfaat.

Tuesday, May 12, 2020

Masalah Identitas Diri



Salam amazing !
Sohib-sohib Amazing, di edisi edukasi kali ini Menulis Amazing akan membahas topik mengenai “Masalah Remaja: #1 Masalah Identitas Diri”.
Sohib Amazing jangan pernah bilang kalau anak remaja nggak punya masalah. Jangan pernah bilang juga masalah anak remaja cuma ngerjain PR aja. Itu salah loh! Nyatanya, manusia di rentang usia remaja itu sangat rentan terpapar ragam jenis masalah. Satu dari sekian banyak masalah yang rentan menimpa para remaja di usia “unyu” ini salah satunya adalah masalah “Identitas Diri”.
Apa sih masalah identitas diri itu? Masalah identitas diri itu adalah kondisi dimana pribadi seorang remaja merasa bingung untuk menentukkan seperti apakah dirinya, ingin menjadi apakah dirinya, dan harus melakukan apakah dirinya. Masalah terkait identitas diri ini tentunya berkaitan juga dengan “ingin seperti sosok apa ia dikenal atau dipandang oleh teman atau orang-orang di sekitarnya”.
Permasalahan identitas diri di usia remaja sebenarnya adalah permasalah yang lumrah (umum), hampir dialami semua remaja. Namun, kenapa masalah ini penting untuk menjadi perhatian? Tentunya karena di luar sana “tidak sedikit” remaja yang gagal atau bahkan terjerembab di permaslahan ini hingga berakibat pada hal-hal negatif.
Ada ungkapan, “masa remaja adalah masa mencari identitas diri”, dan proses pencarian identitas diri itu sangat besar dipengaruhi oleh lingkungan seperti: Orang yang ada di sekitar kita, film yang kita tonton, buku atau informasi yang kit baca, hingga artis dan tokoh yang kita jadikan panutan. Yup, kesemuanya berpengaruh! Hal ini penting loh sohib Amazing. Nggak sedikit remaja cewe yang jati dirinya gampang baper-an karena ia keseringan nonton sinetron percintaan yang lebay-lebay. Nggak sedikit juga remaja-remaja cowo yang mudah nge-usilin orang hanya karena yang ditontonnya cuma channel-channel youtube prank yang dari segi isi jauh dari kata manfaat dan kedewasaan. So, untuk kamu yang remaja, bijak-bijak yah dalam mencari panutan.
Mimin pribadi jadi inget pesan Rasulullah yang isinya, “Agama seseorang tergantung temannya. Karena itu, perhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Daud dan Al Tirmidzi)
Semoga bermanfaat.

Saturday, May 9, 2020

Saat Jibril Menyamar Mendatangi Nabi dan Para Sahabat





Assalamu’alaikum, Salam luar biasa Sohib – Sohib Amazing !!
Pada episode kelima dari Edisi Ramadhan kali ini, Menulis Amazing akan membahas mengenai kisah menyamarnya Malaikat Jibril yang kemudian mendatangi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Sebelum kita mulai, kita mau mengingatkan lagi untuk sohib-sohib Amazing yang belum follow instagram @menulisamazing, silahkan difollow terlebih dahulu akun @menulisamazing, supaya kamu nggak ketinggalan dapet update-an informasi menarik seputar anak muda, edukasi, budaya dan info lainnya di sini.

Malaikat Jibril adalah satu dari banyak jenis malaikat yang mulia. Namun tahukah sohib Amazing semua? Bahwa dalam sebuah riwayat hadist, dikisahkan bahwa Malaikat Jibril pernah menyamar dan mendatangi Nabi dan para sahabatnya untuk mengajarkan sesuatu hal. Kisah menyamarnya Jibril disampaikan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim:

Umar bin Khattab r.a berkata, “Suatu ketika ami (para sahabat) duduk di dekat Rasulullah SAW., tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan dan taka da seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan NAbi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas paha Nabi, kemudian berkata, ‘Hai Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang islam’. Rasulullah SAW menjawab, ‘Islam adalah engkau bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya.’ Lelaki itu berkata, ‘Engkau benar!’. Maka kami heran; ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.

Kemudian ia bertanya lagi, ’Beritahukan kepadaku tentang Iman’. Nabi menjawab, ‘Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan buruk’. Ia berkata, ‘Engkau benar’.
Dia bertanya lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang Ihsan’. Nabi menjawab, ‘Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu’.

Lelaki itu berkata lagi, ‘Beritahukan kepadaku kapan terjadinya Kiamat’. Nabi menjawab, ‘Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.’ Dia pun bertanya lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!’ Nabi menjawab, ‘Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa)  serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.’

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Ia adalah JIbril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian’.”



Wednesday, May 6, 2020

Makanan Amunisi Otak




Salam amazing !
Sohib-sohib Amazing, di edisi kali ini Menulis Amazing akan membahas topik mengenai “Makanan Amunisi Otak”.
Sebelum dimulai, buat sohib-sohib amazing yang belum follow instagram @menulisamazing, silahkan di-follow terlebih dahulu. Supaya sohib-sohib Amazing selalu mendapat update-an info dari @menulisamazing.

Sohib Amazing, selama ini kita sering mendengar ungkapan bahwa pintar itu hanya di dapat dengan belajar. Ungkapan itu tidak salah sih, tapi tidak sepenuhnya benar juga. Faktanya, ada banyak hal-hal yang turut serta berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak kita guna mencapai fungsi daya kerja maksimalnya. Salah satunya dipengaruhi oleh makanan.

Nah, berikut ini Menulis Amazing akan ulas sembilan makanan yang dipercaya mampu mengoptimalkan kemampuan daya konsentrasi otak, daya ingat, serta mampu merangsang pertumbuhan sel-sel otak.

1. Telur
Makanan yang merakyat dan cukup dikenal banyak orang ini merupakan makanan amunisi otak loh sohib Amazing! Telur merupakan sumber protein yang baik. Pada bagian kuning telur ternyata terdapat kandungan kolin. Kolin ialah zat yang dapat membantu perkembangan daya ingat atau memori otak kita. Jadi, buat sohib-sohib Amazing yang sering mudah lupa, telur bisa jadi solusi yang pas nih.

2. Kacang-Kacangan 
Selain sebagai cemilan yang digemari oleh sebagian orang, kacang-kacangan ternyata merupakan makanan amunisi otak juga loh sohib Amazing! Kacang-kacangan dipercaya mengandung segudang energi yang berasal dari karbohidrat kompleks dan protein. Nggak cuma itu, kacang juga merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Kacang bisa memberi energi lebih lama bagi tubuh serta dapat membantu kemampuan berpikir otak. Dari berbagai jenis kacang yang ada, dua jenis kacang yang sangat baik untuk otak adalah kacang merah dan kacang pinto, karena mengandung asam lemak Omega 3 yang lebih banyak jika dibanding kacang jenis lain.
Oiya, produk olahan dari kacang seperti “Selai Kacang” ternyata merupakan makanan amunisi yang baik juga loh untuk otak kita karena mengandung vitamin E dan antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi membran-membran sel saraf. Bersama tiamin, vitamin E membantu sel saraf dan otak untuk penggunaan glukosa sebagai kebutuhan energi.

3. Sayuran
Selain telur dan kacang-kacangan, sayuran berwarna merupakan makanan yang bagus untuk amunisi otak juga loh Sohib Amazing! Sayuran berwarna seperti Ubi jalar, Wortel, labu, tomat dan bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan nutrisi dan antioksidan serta membuat sel-sel otak kita jadi lebih kuat dan sehat. Jadi, untuk sohib-sohib amazing semua kalau kemampuan otak kalian mau lebih meningkat, mulai sekarang jangan males-males lagi yah untuk makan sayur.

4. Susu dan Yoghurt
Susu sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Selain itu, makanan olahan dari susu seperti yoghurt  juga merupakan amunisi otak yang baik loh sohib karena mengandung vitamin B dan protein yang tinggi. Dua jenis nutrisi ini (vitamin B dan protein yang tinggi) dipercaya dapat mengoptimalkan pertumbuhan jaringan enzim, otak dan neurotransmitter. Selain baik untuk otak, Yoghurt serta susu juga bisa membantu perut agar lebih kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya.


5. Buah Berry
Bagi masyarakat kita buah Berry memang tidak sepopuler buah duren atau rambutan. Namun, buah jenis berry seperti blackberry, raspberry, stroberi, blueberry, dan sebagainya ternyata mengandung banyak nutrisi yang penting dan baik bagi tubuh. Antioksidan yang tinggi pada buah berry, terutama vitamin C-nya, memiliki manfaat dalam mencegah kanker. Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa ekstrak blueberry dan stroberi dapat berguna untuk perbaikan fungsi daya ingat. Selain itu, biji dari buah berry juga mengandung asam lemak Omega-3 yang bagus untuk otak.

6. Ikan Salmon
Ikan Salmon merupakan ikan yang dikenal sebagai sumber terbaik dari asam lemak Omega-3 (DHA dan EPA) yang berperan cukup penting pada pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan asupan asam lemak omega-3 lebih banyak diketahui berpikiran lebih tajam dan memperoleh hasil memuaskan pada uji kemampuan. Para ahli mengatakan, meskipun ikan tuna mengandung asam lemak omega-3 yang juga baik, namun kandungannya tidak sebanyak pada ikan salmon.
.
7. Gandum Murni
Makanan amunisi otak berikutnya adalah Gandum murni. Sebagai informasi, otak manusia membutuhkan suplai glukosa dari tubuh yang sifatnya stabil atau konstan, dan Gandum murni berperan dalam mendukung kebutuhan itu. Serat yang tedapat dalam Gandum Murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Makanan ini juga mengandung vitamin B yang bermanfaat guna memelihara kesehatan sistem saraf.

8. Daging Sapi Tanpa Lemak
Daging sapi yang tanpa lemak merupakan makanan yang kaya akan zat besi. Zat besi sendiri merupakan mineral esensial yang berfungsi dalam membantu anak-anak berkonsentrasi dan tetap berenergi di sekolah. Selain itu, daging sapi juga memiliki kandungan mineral lain seperti seng yang dapat membantu menjaga daya ingat otak kita.

9. Oat
Makanan amunisi otak yang terakhir adalah Oat atau oatmeal. Oat adalah makanan sejenis sereal yang populer di kalangan anak-anak atau remaja saat ini. Selain rasanya yang enak, Oatmeal merupakan sumber nutrisi yang penting bagi otak manusia. Oat bermanfaat dalam menyediakan energi untuk otak yang sangat diperlukan sohib-sohib amazing dalam mengawali kegiatan di pagi hari. Selain itu, serat pada oat juga berperan untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan otak sepanjang pagi. Kandungan lain yang terdapat pada oat seperti potasium, seng, vitamin B, dan vitamin E dapat membuat fungsi tubuh dan otak berfungsi pada kondisi yang prima.

 Itulah kesembilan makanan amunisi otak yang dapat kita pilih sebagai asupan tubuh yang tidak hanya sehat, tetapi juga mencerdaskan. Semoga bermanfaat.


Sunday, May 3, 2020

Fisik Nabi Muhammad



Salam luar biasa Sohib – Sohib Amazing !!
Pada episode keempat dari Edisi Ramadhan kali ini, Menulis Amazing akan membahas mengenai Fisik manusia paling agung dan mulia, yakni Rasulullah Muhammad SAW.

Bagi kebanyakan dari umat muslim yang hidup di zaman sekarang, tentu kita pasti merindukan dan kerap bertanya-tanya bagaimana sosok atau tampilan fisik seorang Nabi Muhammad SAW. Berikut kami akan tampilkan gambaran penjelasan fisik Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan oleh Dr.Nizar Abazhah berdasarkan literatur dari hadist para sahabat Nabi SAW. yang dikenal sangat mencintai, memuliakan, dan berhati-hati ketika menceritakan atau mengambarkan sosok Rasulullah SAW. Berikut penjelasannnya:

Berdasarkan penuturan mereka, Rasulullah merupakan sosok mulia yang sedap dipandang. Dari segi nasab atau nenek moyangnya, nasab Nabi bersambung kepada Nabi Ismail a.s dan Ibrahim a.s. Nabi adalah sosok yang sempurna. Postur tubuhnya ideal. Semampai. Tidak tinggi dan tidak juga pendek. Tubuhnya indah, padat, tidak gemuk, dan tidak kurus. Kepala, tangan, kaki dan jaringan tulangnya kekar. Telapak tangannya lebar dan berisi. Lembut dan selalu terbuka. Perutnya rata. Pipinya lembut, mulutnya sedang. Giginya putih, bersih, tertata rapat. Hidungnya mancung, berlapis cahaya sehingga sepintas tampak seperti bertulang panjang. Matanya terbelah memanjang, pekat (hitam pekat bola matanya) dan lebar, dengan urat-urat halus berwarna kemerahan yang lembut disertai bulu mata yang lentik. Kedua alisnya lancip, tebal panjang, indah seperti semut beriring, tak bertaut. Di sela di antara keduanya merambat halus urat-urat berwarna merah lembut.

Al-Barra’ ibn ‘Azib berkata, “Rasulullah adalah orang yang wajahnya paling menawan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW berambut ikal mayang, lebat bergelombang; tidak lurus, tidak keriting. Dibiarkan tergerai. Rambutnya tertata rapi, tak dibiarkan memanjang sampai melewati cuping telinga. KAdang-kadang dipanjangkan  hingga ujung-ujungnya menyentuh pundak. Jenggotnya lebat. Ubannya tidak banyak. Menjelang wafat, jumlahnya hanya sekitar dua pluh helai, tersebar di kepala, bawah mulut, dan kedua pelipis. Warna rambut beliau sedikit kemerahan karena pengaruh minyak wangi. Beliau sangat menyukai wewangian dan membenci bau busuk. Karena itu, rambut dan jenggotnya selalu dilumasi dengan minyak wangi.

Keringat Nabi SAW. bak Kristal-kristal mutiara. Baunya lebih wangi daripada parfum paling wangi mana pun. Anas bin Malik r.a., pelayan Rasulullah berkata, “Belum pernah kucium aroma lebih wangi dibanding aroma Rasulullah.” (H.R Ibn ‘Asakir).

Di bagian  atas pundak kirinya melekat stempel kenabian, seperti warna putih pada kaki kuda atau merpati.  Atau menurut keterangan lain, berupa sekumpulan rambut seukuran biji padi, serta berupa tinjolan daging dikitari tahi lalat dengan tonjolan kecil.

Nabi suka menundukkan kepala. Lebih kerap menekuri bumi daripada menatap langit. Tatapannya berwibawa. Jika berbicara, tampak cahaya berpijar dari celah-celah giginya. Jika berdiri, kakinya tampak kokoh dan tegak. Jika berjalan, langkahnya tenang, mantap, lebar, tegar, dan awas. Jika menoleh, ia ikut menghadapkan seluruh tubuhnya. Demikianlah sempurnanya fisik Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua bisa selalu meneladaninya. Aamiin.




Saturday, May 2, 2020

Kisah Eza dan Motornya




Eza (bukan nama sebenarnya) adalah seorang remaja lelaki yang baik. Usianya baru menginjak 15 tahun. Di salah satu tempat Bimbel (bimbingan belajar) yang berada di pinggiran jalanan di Kota Serang (Kota Serang, Banten) itu ia sengaja mendaftarkan diri untuk mendapat pengajaran terkait persiapan UN dan persiapan masuk SMA. Sudah 3 bulan ia mengikuti program persiapan tersebut.

Di tempat bimbelnya Eza dikenal cukup populer. Perawakan badannya yang lumayan tinggi semampai membuat ia mudah dikenali teman-temannya. Wajahnya mudah dikenali. Terkadang ia memakai kacamata untuk membantunya mengatasi matanya yang sudah minus. Selain itu Eza juga terbilang cukup nyentrik untuk ukuran anak kelas 9 SMP. Setiap datang ke tempat bimbel, ia selalu membawa motor kesayangnnya. Motornya lumayan bagus untuk ukuran anak SMP. Gadis-gadis yang melihatnya pasti sesekali ingin minta dibonceng atau diantar olehnya.

Eza adalah tipe remaja yang ideal lagi ramah. Karena keramahannya itulah ia mudah memiliki teman dari berbagai sekolah lain di Kotanya. Maklum, yang mengikuti program persiapan tersebut ialah siswa-siswi dari berbagai SMP yang ada di Kota Serang. Beberapa teman yang sering terlihat membersamai Eza adalah Billy dan Wisnu. Billy kebetulan merupakan teman satu sekolah Eza. Sementara Wisnu adalah teman yang berbeda sekolah. Wisnu dikenal agak urakan. Beberapa kali ia terlihat bolos bimbel. Teman-teman belajarnya di tempat bimbel pun seolah sudah mengenali karakter wisnu yang demikian.

Namun meski karakter Wisnu begitu, Eza seolah tidak menghiraukannya. Ia masih seolah tahan berteman dengannya. Sesekali Wisnu suka terlihat minta diberi jajanan kepada Eza, namun Eza dengan ramah memberi jajanan yang dibelinya itu. Ya, selain ramah Eza memang dikenal sebagai anak dari keluarga yang mampu. Jadi, uang bukanlah hal yang sulit untuknya. Orang tua Eza selalu menuruti apa pun permintaan Eza. Sikap memanjakan orang tuanya itulah yang secara tidak langsung menjadikan Eza memiliki sikap tidak bertanggung jawab terhadap apa-apa yang diamanahkan oleh orang tuanya kepadanya.

Suatu waktu, Wisnu mendekati Eza untuk mengutarakan niatnya.  

“Za, gue boleh pinjem motor lo nggak sebentar ?” pinta Wisnu.

Sambil duduk di kursi, Eza lalu mengangguki permintaan Wisnu tersebut dengan mudahnya.
Eza kemudian menyodorkan kunci motornya seraya berpesan, “Emangnya lo mau kemana sih ? Mau mabal (bolos) pelajaran bimbel lagi yah ? Nih, kunci motor gue. Tapi inget, sebelum magrib (sebelum pulang bimbel), lo harus udah balik ke sini yah !”

“Siap !” Wisnu langsung mengambil kunci itu dan pergi.

Berjam -jam telah berlalu. Langit yang sebelumnya kelihatan cerah sekarang terlihat mulai merah senja. Sebentar lagi maghrib. Tapi Wisnu tak kunjung datang kembali. Di depan gedung tempat bimbel, siswa-siswi terlihat mulai pulang satu persatu. Tetapi Eza dan Billy masih berdiri di sana.

“Za, lo harusnya jangan kasih pinjem motor ke Wisnu. Dia kan anaknya urakan, suka ngebut-ngebutan lagi.” Sahut Billy kesal.

Eza hanya termenung diam. Dirinya pun di dalam hatinya sebenarnya merasa menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Ia hanya bisa menunggu kedatangan Wisnu atau kabar darinya.
Tidak terasa waktu sudah sampai pukul setengah delapan malam. Sudah lewat dari adzan isya! Namun Wisnu masih belum datang-datang juga. Lalu tidak lama berbunyilah telepon genggam Eza, di layarnya terlihat ada panggilan dari nomor yang tak dikenal.
Eza lalu mengangkat telepon itu. Ketika menjawab telepon itu tiba-tiba raut wajah Eza berubah. Matanya terbelalak, kaget dan seolah tak percaya. Bahkan raut wajah itu pun masih terlihat ketika ia sudah menutup panggilan singkat itu. 

Sambil menghela napas, Eza lalu menepuk pundak temannya, Billy seraya berkata, “Bill, male mini temenin gue ke Pandeglang yah. Si Wisnu kecelakaan di Pandeglang, dan motor gue rusak.”

Mereka berdua pergi ke pandeglang malam itu juga. Sepanjang jalan Eza hanya bisa termenung sedih. Dirinya menyesal betul sudah meminjamkan motornya kepada Wisnu. Padahal orang tuanya sudah berpesan kepada Eza bahwa jika dirinya masih bersikap tak acuh serta bersikap tak bertanggung jawab kepada apa-apa yang sudah diamanahkan/diberi oleh orang tuanya kepadanya, maka Eza tak akan lagi akan mendapatkan apa-apa. Sekarang Eza hanya bisa menahan tangis. Di satu sisi dirinya ingin memberitahukan kedua orang tuanya tentang musibah yang terjadi serta alasan kenapa dia akan pulang larut malam, tetapi di sisi lain dirinya takut serta khawatir akan dimarahi oleh kedua orang tuanya.


Catatan Penulis:
Dalam proses hidup, tumbuh menjadi seseorang yang ramah dan baik itu adalah suatu kehebatan. Namun demikian, sikap bertanggung jawab juga dibutuhkan dalam proses menuju kedewasaan. Tanpa adanya rasa bertanggung jawab, seseorang tidak akan pernah bisa menjadi dewasa. Tanpa sikap bertanggung jawab, seseorang akan mudah menyepelekan hal-hal, bahkan orang di sekitarnya. Dirinya tidak sadar bahwa dengan sikap tidak bertanggung jawabnya itu ia telah melukai hati orang-orang yang tulus menyayanginya.



Friday, May 1, 2020

Rahasia Adzan







Salam luar biasa Sohib – Sohib Amazing !!
Semoga  sohib-sohib Amazing senantiasa mendapatkan keimanan, kesehatan dan kebahagiaan dimanapun berada. Pada episode ketiga dari Edisi Ramadhan kali ini, Menulis Amazing akan berbagi mengenai rahasia adzan.

Mungkin banyak dari kita (terkhusus yang muslim) telah mengetahui bahwa azan adalah suatu tanda panggilan ibadah sholat. Tapi taukah sohib-sohib Amazing semua bahwa Adzan sejatinya memiliki rahasia tersendiri sebagai alat untuk mengusir setan atau pun jin kafir.

Selain sebagai panggilan ibadah sholat, azan tidak jarang digunakan juga untuk ruqyah. Merujuk kepada hadist yang berbunyi, “Apabila adzan dikumandangkan, maka setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar azan tersebut. Apabila adzan selesai dikumandangkan, maka ia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqamah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadist di atas, ada baiknya kita sebagai seorang muslim tidak perlu lagi takut terhadap setan, karena sesungguhnya setan itu makhluk yang lemah, dan kita (manusia) adalah lebih mulia daripada setan. Jika merasa takut saat diganggu setan, maka kumandangkanlah azan. Insha Allah setan itu akan lari terbirit-birit. Wallahua'lam.

Tuesday, September 3, 2019

Gundala dan Kejutan Akhir Film




Salam Amazing!

Gundala sebenernya satu-satunya film Indonesia yang ditunggu-tunggu oleh saya pribadi di akhir bulan Agustus lalu. Jujur aja, dari pertama muncul trailernya, Film Gundala ini udah “nge-demenin” banget. Dan akhirnya tanggal 1 September kemarin penantian itu terwujud juga. Alhamdulillah istri saya juga akhirnya mau diajak kompromi untuk nonton Film Gundala, meski awalnya menolak dan nggak tertarik sama film superhero asli Indonesia itu. Alasan istri saya nggak tertarik dengan filmnya sih mungkin standar dan sama-seperti orang-orang kebanyakan: karena takut filmnya mengecewakan,.
Maklum, istri saya udah terlanjur banyak nonton film superhero besutan Marvel atau DC yang mana dari segi budget dan grafisnya pasti udah TOP banget. Hadirnya Gundala yang juga mengambil konsep cerita “Superhero” memang mau-nggak mau akan buat para penontonnya  jadi ngebandingin antara Gundala dengan sosok Superhero besutan Marvel dan DC lainnya. Ya, itu udah jadi resiko. Tapi, karena saya kepo banget dengan film ini, maka saya cari-carilah lagi info mengenai film Gundala agar istri semakin yakin dan mau ikut nonton. Hehe.
Ada beberapa pertimbangan sebenernya kenapa saya dan istri mau nonton film superhero buatan Indonesia ini. Yang Pertama, Film Gundala dibuat dengan dana yang cukup besar. Sekitar 30 Miliar rupiah! Untuk ukuran film Indonesia, dana itu jelas bukan dana yang kecil. Dana sebesar itu digelontorkan tentunya agar Joko Anwar dan kawan-kawan dapat menghadirkan sebuah sajian film yang menarik. Kedua, Film Gundala menghadirkan sebuah kostum superhero yang dibuat di Los Angles, Amerika. Kostum tersebut  dibuat di tempat yang juga memproduksi kostum untuk superhero Marvel, DC, dan Film Hunger Game. Luar biasa banget deh pokoknya.
Ketiga, Film Gundala merupakan film perdana dari beberapa film superhero Indonesia yang akan segera tampil di masa mendatang dari Bumi Langit Cinematic Universe (BCU), jadi kita perlu banget nonton film ini karena antar film yang satu dengan film lainnya boleh jadi saling berkaitan.
Tiga alasan di atas agaknya udah cukup menjadi alasan buat saya dan istri untuk menyaksikan film superhero karya anak bangsa. Dan akhirnya saya dan istri pun langsung melaju ke Tangcity untuk segera memesan tiket di sana. Sampai sana, di luar dugaan banget, tiket Gundala udah hampr ludes untuk pemutaran jam sore. Luar Biasa! Alhasil, mau nggak mau saya ambil yang waktu malem.
Waktu terus berjalan dan akhirnya jadwal antrian kami untuk menonton tiba. Saya dan istri langsung menyimak setiap adegan demi adegan dari film tersebut. Dan kesimpulannya: LUARRR BIASAA..!! Jujur, untuk ukuran film Superhero Indonesia, Film Gundala cukup sukses menghibur kami. Alur cerita dan tampilan gambar yang disajikan pun membuat saya dan istri betah nonton film ini berlama-lama. Malah, seolah “nggak kerasa” nonton film itu selama 2 jam. Nggak cuma itu, Film Gundala juga menampilkan koreografi aksi yang ciamik. Mungkin mirip-mirip dengan film “Night Come for Us” yang juga pernah dibintangi Abimana Aryasatya
Dari segi karakter dan tokoh yang dihadirkan, Film Gundala juga seolah sukses menghipnotis penontonya. Sosok Sancaka (Gundala) pada film ini dihadirkan sebagai sosok yang memiliki karakter patriot. Karakter itu pun tidak ia dapatkan secara instan, melainkan terlahir dari kondisi kepahitan dan kerasnya hidup yang ia lalui sedari kecil. Selain itu, sosok Pengkor pada film ini yang tak lain merupakan musuh utama Gundala, nyatanya juga sukses dalam menghadirkan karakter antagonis yang tidak hanya sadis nan licik, namun juga penuh dengan dendam terkait apa yang ia alami di masa silam. Baik Sancaka atau pun Pengkor sejatinya sama-sama memiliki masa lalu yang kelam. Masa lalu yang penuh dengan ketidak adilan. Namun keduanya memilih tindakan dan sikap yang saling bertolak belakang antara satu dan yang lainnya. Jujur aja, cerita dari kedua tokoh itu cukup emosional banget, sampe-sampe istri saya nangis pas nonton. Hehehe. Beneran deh.
 Namun dari segala hal menarik yang ditunjukkan oleh film Gundala, satu hal yang cukup menyedot rasa penasaran adalah terkait munculnya sosok Sri Asih (Pevita Pearce) yang sangat dinanti-nantikan kelanjutan dari kehadirannya. Boleh jadi sang sutradara Joko Anwar sengaja memberikan peran minim pada Sri Asih dalam film Gundala sebagai pengikat daya tarik penonton agar setia mengikuti kelanjutan dari film-film BCU mendatang. Terakhir, hal yang paling membuat penonton outstanding pada film ini ialah tak lain dan tak bukan karena munculnya post credit yang kereen abis! Di post credit itu Gundala nampak hadir dengan kostum barunya (kostum buatan L.A, Amerika). Meski nggak secara jelas terlihat detail dari kostum itu, tapi sekilas penonton cukup dibikin terperangah dan penasaran untuk tau lebih lanjut bentuk dari kostum baru Gundala di film selanjutnya. Sukses terus perfilman Indonesia. Sukses untuk Gundala!


Kota Tangerang, 3 September 2019







Monday, September 2, 2019

Lulus dan Remedial




Salam Amazing!
Lulus dan Remedial itu hal normal sebenernya bagi seorang siswa. 
Mungkin akan jadi membosankan juga kalau selama di sekolah kita nggak pernah diremedial (selalu lulus terus) atau nggak pernah lulus (selalu di remedial).
.
.
Tapi sebenernya, yang penting itu bukan tentang kamu "LULUS ATAU DI-REMEDIAL", tapi yang penting
adalah bagaimana proses saat kamu mendapatkan posisi tersebut.
.
.
Buat apa kamu bahagia lulus kalau itu bukan hasil murni kamu sendiri. Dan buat apa kamu bersedih karena remedial, kalau itu hasil murni usaha kamu sendiri.
.
Yang terbaik tentu menjadi lulus karena usaha sendiri yah. So, sekarang jangan hanya berfokus pada hasil.. Tapi berusahalah juga berfokus pada prosesnya. 
.
Lulus jangan tinggi hati, remedial jangan rendah diri.

Wednesday, August 28, 2019

Jangan Pelit dengan Sumbangan Jum'at




Orang bijak pernah berkata, “Salah satu hal yang perlu dicatat kalau ingin jadi orang yang sukses adalah jangan pernah pelit untuk berbagi kebaikan kepada orang banyak”.
Untuk anak sekolah, uang jajan itu memang bukan nomor satu, tapi hal yang paling utama. Hehehe. Saking sayangnya dengan uang jajannya, nggak sedikit dari para siswa yang bersikap “agak pelit”, meski hal itu sebenarnya untuk kebaikannya sendiri.
Sekarang kita nggak lagi bahas perihal temen sekolah yang biasa malakin atau minjemin uang temennya loh yah. Tapi yang lagi dibahas sekarang adalah perihal tentang iuran atau sumbangan hari jum’at yang biasa ada di sekolah. Di beberapa sekolah biasanya ada iuran sukarela yang diedarkan sama anak-anak Rohis (Remaja Masjid Sekolah) ke kelas-kelas. Biasanya sumbangan itu nantinya dipergunakan untuk hal-hal menyangkut biaya pembangunan masjid sekolah, pembiayaan listrik masjid, dan sebagainya. Di sekolah kalian ada nggak?
Anak-anak Rohis itu biasanya keliling ke kelas-kelas sambil bawa kotak kenclengan sebagai tempat untuk menampung sumbangan para siswa. Di sekolah kalian ada nggak? Terkadang, ada beberapa siswa yang ngasih, ada juga siswa yang nggak ngasih.
Nah, sekarang “Konten Menulis Amazing” mau kasih tau nih ke siswa-siswa agar jangan pernah pelit untuk kasih sumbangan jum’at. Tau nggak sih, itu adalah kesempata langka. Sumbangan di hari Jum’at itu adalah suatu kebaikan yang pahalanya berlipat ganda. Saking baiknya sumbangan dihari jum’at, kalian bisa dapetin balesan kebaikan yang berlipat-lipat. Boleh jadi dari sumbangan yang kalian kasih itu kalian dapet banyak kemudahan untuk melalui banyak hal selama beraktivitas di sekolah dan luar sekolah.
Selama ini kalau kalian merasa mudah dalam menerima pelajaran, bisa jadi itu merupakan salah satu balasan atas kebaikan kalian dalam memberikan sumbangan jum’at secara ikhlas. Kita nggak pernah tau kan? So, nanti lagi kalau ada sumbangan Jum’at, jangan pernah ragu untuk memberi yah.
Salam Amazing!

Sunday, August 25, 2019

3 Perbedaan Prinsip antara Siswa Amazing dan Siswa Biasa





Prinsip itu penting buat seseorang. Dan percaya nggak percaya, prinsip juga bisa mempengaruhi hidup seseorang. Di dalam sebuah prinsip tidak sedikit hadir gambaran atas mindset (cara berpikir) seseorang yang mana akan cukup berpengaruh bagi kehidupannya. Ngomong-ngomong soal prinsip, siswa atau mahasiswa juga punya prinsip loh. Hanya saja antara satu siswa/ mahasiswa dengan yang lainnya mungkin berbeda-beda.

Kali ini, Menulis Amazing akan coba membahas 3 PERBEDAAN PRINSIP antara Siswa Amazing VS Siswa Biasa atau Rata-Rata.

Pertama, Siswa Amazing rata-rata memiliki prinsip disiplin yang baik. Mereka memiliki prinsip “Lebih baik menunggu 10 menit daripada telat 1 menit”, sementara itu siswa-siswa pada umumnya atau siswa rata-rata tidak sedikit yang memegang prinsip “Biarin telat, yang penting datang. Yang lain juga pada telat.”
Kedua, Siswa Amazing itu berani untuk beda, selama hal itu baik. Sementara siswa lainnya rata-rata malu untuk menjadi berbeda. Hal seperti inilah yang menjadikan siswa Amazing semakin menjadi lebih unik, berbeda dan lebih percaya diri. Sebaliknya, siswa-siswa kebanyakan tidak demikian.
Ketiga, siswa Amazing itu Mandiri, anti ikut-ikutan, anti bergantung pada teman. Hal ini yang menjadikan siswa Amazing lebih kokoh dalam berpendirian serta mandiri dalam banyak hal, sementara siswa-siswa lainnya kebanyakan mudah untuk ikut-ikutan dan mudah bergantung pada orang lain.

Ketiga perbedaan ini sekilas terlihat sepele, tapi percayalah tiga perbedaan ini berpengaruh besar di masa depan. Semoga bermanfaat, Salam Amazing! :)


Thursday, August 22, 2019

Saat Nilai Teman yang Nyontek ke Kamu Lebih Besar dari pada Nilai Kamu




Salam Amazing!

Saat nilai temen yang nyontek ke kamu lebih besar daripada nilai kamu, apa yang akan kamu rasakan? Sedih? Benci? Kesel? Pokoknya campur aduk rasanya yah. Momen seperti itu kayanya hampir dialami oleh semua orang yang pernah sekolah. Dan sebenernya nggak cuma oleh mereka yang sekolah atau kuliah aja loh, tapi momen seperti itu juga terkadang terjadi di lingkup dunia kerja atau dunianya orang dewasa.

Terus kira-kira kalau hal itu sudah terjadi, apa yang harus kita lakukan? Yang Pertama, kamu harus BERANI TERIMA itu. Nasi sudah menjadi bubur, kamu udah nggak bisa ngerubah apa yang udah terjadi, daripada kamu kesel sama diri sendiri, lebih baik kamu berlapang dada menerima hal itu. Dengan berlapang dada, hati kamu akan menjadi jauh lebih ringan dan nggak stress kepikiran lagi.

Yang Kedua, EVALUASI DIRI. Kita harus jujur dan berani mengakui bahwa bagaimana pun juga peristiwa itu terjadi karena adanya campur tangan kita di dalamnya. Jadi sudah, Stop menyalahkan orang lain. Cukup salahkan diri kita sendiri. Jadikan hal tersebut sebagai cambuk pelajaran agar di masa mendatang kita tidak lagi tolong menolong dalam kesalahan (mencontek atau bekerja sama dalam ujian), karena tolong menolong dalam kesalahan hanya akan membuat kita kecewa di masa mendatang. Intinya, jika saat ini kalian marah sampai ke ubun-ubun dan kesal setengah mati dengan teman yang mendapatkan nilai lebih baik daripada kalian, kemarahan dan kesedihan itu sia-sia dan hanya akan berlalu begitu saja jika kalian tidak melakukan evaluasi diri.

Yang Terakhir, PERBAIKI DIRI. Ke depan, kalau kamu nggak mau dikecewain seperti itu lagi, maka kamu wajib berubah. Kamu wajib memperbaiki diri kamu, kamu wajib memperbaiki attitude kamu. Cobalah belajar untuk tegas pada diri sendiri dan juga pada teman-teman mu yang biasa mengajakmu bekerjasama atau mencontek, katakan pada mereka jika kalian tidak ingin bekerjasama.

Perubahan itu penting. Meski sulit, cobala untuk melakukan perubahan kea rah yang lebih baik. Sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah. Semoga saran ini bermanfaat untuk teman-teman Amazing !





Tuesday, August 20, 2019

4 Jenis Siswa yang Lebih Mudah dan Lebih Lama Diingat Guru




Salam Amazing!
Apa kabar sohib-sohib Amazing! Semoga kalian semua selalu sehat dan semangat.
Di episode kali ini Menulis Amazing akan membahas tentang topik "4 Jenis Siswa yang Lebih Mudah dan Lebih Lama Diingat Guru."

Guru itu manusia biasa. Nggak semua siswa bisa diingatnya dengan baik. Bukan karena mereka (guru) tidak ingin mengenal semua siswanya, tapi terkadang karena keterbatasan daya ingatnya sebagai manusia biasa yang nggak mudah menghafal seluruh siswa dengan cepat atau untuk dapat mengingatnya dalam waktu yang lama.
Tapi tahu nggak? Sebenernya ada beberapa jenis siswa loh yang lebih mudah dan lebih lama diinget oleh guru, bahkan untuk waktu yang cukup lama. Berikut 4 jenis siswa tersebut:

1. SISWA CERDAS, PINTAR DAN RAJIN
Siswa cerdas, pintar dan rajin sangat mudah diingat oleh guru mengingat keaktifan mereka baik di dalam atau di luar kelas. Siswa-siswa yang cerdas, rajin atau pintar umumnya sering tampil di depan kelas atau luar sekolah dimana hal tersebut membuat mereka lebih mudah masuk di ingatan para guru.

2. SISWA NAKAL ATAU USIL

Siswa nakal atau usil juga merupakan jenis siswa yang mudah diingat oleh guru. Bedanya adalah jika siswa rajin diingat karena hal positifnya, sementara siswa yang nakal diingat karena hal negatifnya. Siswa yang nakal atau usil tidak jarang sering menjadi bahan obrolan dan evaluasi para guru di ruang guru loh. Nggak heran siswa nakal atau usil masuk dalam kategori siswa yang mudah diingat.






3. SISWA YANG PUNYA SEJARAH ATAU BACKGROUND KHUSUS
Siswa yang memiliki sejarah atau background khusus juga merupakan kategori siswa yang mudah diingat oleh guru loh. Misal, seorang siswa yang merupakan anak dari seorang artis terkenal.


4. SISWA YANG UNIK

Terakhir, siswa yang dapat dengan mudah diingat oleh guru adalah siswa yang unik. Keunikan memang merupakan hal yang tak biasa. Siswa yang unik mudah diingat oleh guru karena hal-hal unik yang ada pada dirinya. Keunikan itu bisa berupa ciri khas, bentuk atau bawaan fisik, tingkah laku, cara berpikir, kebiasaan dan lain sebagainya.

Kira-kira kalian masuk ke tipe yang mana Sohib Amazing ?


Thursday, August 15, 2019

Pemimpin yang Tak Memiliki Uang (oleh: D. Apriyanto)





            Dan ternyata benar tentang nubuat yang pernah ditakwilkan oleh para ulama dan sesepuh di masa lalu, bahwa apa yang sejak dahulu digembar-gemborkan oleh kaum imperialis barat perihal keadiluhungan suatu tingkat pendidikan tidaklah sepenuhnya dapat menjadi jaminan. Buktinya hari ini, di sehamparan langit dan bumi yang membentang menyelimuti ibu pertiwi, kebenaran masihlah menjadi nyanyian sembilu pengusir malam nan kejam. Dinyanyikan oleh para korban dari manusia tak beriman yang terjerat dalam kemiskinan, kebodohan, bahkan keputusasaan.
            Celakanya, banyak manusia tak beriman yang mengaku betul-betul mafhum tentang hakikat sebenarnya iman. Tidak hanya itu, yang lebih membuat mulut tercengang yakni kenyataan bahwa kesemua manusia tak beriman itu adalah mereka yang tinggi dalam pendidikan maupun kekuasaan. Alhasil, masuklah Sardjita dalam daftar manusia lemah tak berkedudukan, korban kehinaan atas manusia-manusia yang tak beriman.
            Sudah delapan tahun dua puluh tiga hari Sardjita hidup tak karuan seperti ini, terus berpindah-pindah tempat persis seperti manusia prasejarah yang tengah dirundung resah. Istri dan anaknya yang masih balita semakin bersahabat dengan susah, terlebih saat mereka mengetahui kondisi kesejahteraan keluarganya yang semakin payah. Banyak orang-orang di sekitarnya mencibir sambil mengatakan bahwa apa yang tengah diderita oleh Sardjita saat ini sebagai akibat dari sikap sombong dan idealisnya yang terlalu parah.
⌘⌘⌘

               “Jadi Anda menolak semua aturan main yang telah disebutkan?” ketus seorang pejabat pemerintahan yang berdiri petantang petenteng di hadapan Sardjita. Sardjita mematung di pojokan ruang sambil pelan-pelan menundukkan kepalanya yang basah disirami ocehan. Nasibnya kini entah, persis seperti nasib-nasibnya dahulu sebelum dipindahtugaskan oleh atasan-atasannya yang serakah.
               “Saya hanya ingin berusaha untuk tetap bisa berlaku jujur, Pak. Hanya itu,” jawab Sardjita. Dan seperti apa yang diramalkan oleh kabanyakan orang, Sardjita untuk kesekian kali dalam pengalaman hidupnya sebagai pegawai pemerintahan dari kalangan kelas menengah– kembali dipindahtugaskan oleh atasannya ke tempat-tempat lain yang tak bersahabat.
               Dan tatkala Sardjita tiba di muka rumahnya, istri dan anaknya menatap wajahnya sendu dari balik jendela. Mungkin, dari gerak-gerik tubuh Sardjita yang menenteng tas kerja berhias muka muram durja, istrinya sudah akan mengetahui bahwa dirinya beserta suami dan anaknya kembali akan berpindah tempat untuk memulai kehidupan dari awal lagi.
               “Kang Sardjita dimutasi lagi?” Istrinya menghampirinya sambil meraih tas kerja yang masih melekat di genggaman tangannya. Sardjita terdiam beberapa sesaat, kemudian ia tersenyum kecil.
               “Tidak Neng, Akang tidak dimutasi.”
               “Lalu kenapa Akang pulang kerja secepat ini?”
               “Akang memutuskan untuk mengundurkan diri.”
⌘⌘⌘

               Empat hari empat malam Sardjita merenung dalam rumah. Sepeniggal dari pekerjaannya, tiada lain yang dapat memenuhi kebutuhan perut keluarganya melainkan seikat singkong yang diperolehnya dari kebun di pekarangan belakang rumah. Dan seperti malam-malam sebelumnya, Sardjita kembali menenggelamkan dirinya dalam kesyahduan syair-syair yang ditulisnya di atas secarik kertas putih sambil diterangi lampu temaram.
               “Bilakah itu terjadi?”: dahulu aku pernah mendengar/ ketika benteng tebal berisi raja bengis nan sadis/ dan perihal para penggembala domba/ menanti panjang kerana tak kunjung berjumpa  wahah/ lalu manakala Konstantinopel nan agung melambai/ mereka bertandang menang lagi senang/ bilakah itu terjadi?
               Kini, pelan-pelan Sardjita berubah ke dalam bentuk pengejawantahan seorang penyair yang lugu. Tak dinyana, syair-syairnya kini malah menjalar dan berkeliaran di sehamparan ujung Tanah Jawa. Banyak orang-orang yang dahulu sempat mencibirnya, namun kini malah tergila-gila untuk membaca syair-syair Sardjita yang telah termaktub di beberapa lembaran buku syair pujangga. Dan akhirnya kini, syair-syair Sardjita menjadi nyaring dikenali malam gelap yang menghempas bayu, namun teduh menudungi siang yang gersang.
              Dan ketika kabar perihal Sardjita sampai pada penguasa di ujung Tanah Jawa, maka menyeruaklah murka di kalangan para pejabat yang ada di sana. Saat itu, Sentosa –pemimpin bengis nan tamak dari pemerintahan ujung Tanah Jawa– betul-betul dibuatnya menjadi jengkel tiada tara.
               “Bagaimana bisa syair-syair rendahan yang ditulisnya menyebar di kalangan masyarakat luas?!” bentak Sentosa di hadapan para pejabat bawahannya. “Ini jelas-jelas mengancam stabilitas dan kelanggengan kekuasaan saya!”
               Mendengar kemurkaan Sentosa, maka seluruh pejabat di sana segera dikerahkan agar dapat secepat mungkin meredam ancaman syair-syair Sardjita yang semakin menggila. Tidak hanya itu, rapat-rapat terselubung pun kini kian giat dilakukan oleh Sentosa. Hal ini dikarenakan tidak lama lagi pemilihan umum akan dilangsungkan, jadi jelaslah bila siasat harus lekas-lekas dibangun sejak sekarang. Jika tidak, jangan harap Sentosa akan kembali dapat merengkuh kata menang.
               Dalam berbagai rapat terselubung yang dihelat oleh Sentosa, seluruh pejabat, mulai dari tingkat tertinggi sampai tingkat terendah –tanpa ada pengecualian sedikit pun– diwajibkan untuk secara rutin hadir dan mendukung dirinya. Jika saja ada seseorang yang tertangkap basah membelot, maka hampir bisa dipastikan bahwa nasib mereka adalah sama seperti Sardjita. Ya, harus disingkirkan.
⌘⌘⌘

               Maka ketika segala kecamuk akan kekhawatiran Sentosa semakin memuncak menjelang hari pertarungan calon penguasa, kemudian –lagi-lagi– terdengar sepenggal syair yang telah lebih dulu dibentangkan oleh Sardjita dari atas gunung. “Yang Dinanti”: negeri titisan surga dari singgasana/ pekat dipeluk prahara bertuan/ terjamah halimun kerinduan putih/ adakah penantian pada panutan nanti?
               Sentosa semakin berang. Lalu dikumpulkan olehnya pasukan-pasukan pemakan uang untuk segera memungut serta membakar syair-syair Sardjita yang telah terlanjur berserakan di sana-sini. “Segera musnahkan! Jangan sampai ada syair-syair yang tersisa! Syair-syair ini bisa mencuci otak para masyarakat,” kata Sentosa tegas.
               Belumlah selesai satu ancaman, kemudian datanglah lagi ancaman lainnya. Kali ini, salah satu pejabat bawahan Sentosa menghadap padanya dengan napas terengah-engah. “Sardjita telah diusung oleh masyarakat sebagai calon penguasa, Pak,” lapor bawahannya.
               “Kurang ajar! Bagaimana bisa masyarakat kelas menengah dan rendahan seperti dia mencalonkan diri menjadi penguasa? Memangnya dia punya uang banyak?!
               Sentosa semakin tertekan, sementara prediksi kekuatan pasukannya masih belum bisa dipastikan. “Masih ada satu cara lagi Pak untuk menjatuhkan kekuatan Sardjita!” sahut orang kepercayaannya memberi masukan.
               “Apa?”
               “Uang dan ancaman.
               Dan setelahnya masukan itu diterima, maka bertebaranlah para pasukan pemakan uang di bawah perintah Sentosa. Saat itu, ketika fajar belum terbersit untuk menampakkan dirinya sedikit pun, para pasukan pemakan uang telah lebih dahulu mendatangi pintu demi pintu untuk menebar segala uang dan ancaman. Tidak tanggung-tanggung, bagi siapa saja yang berlagak sok suci seperti Sardjita –menolak dan tak ingin mendukung Sentosa– maka ancaman baginya adalah dikutuk menjadi nista.
               Ternyata apa yang dilakukan oleh Sentosa serta pasukannya menjadi jurus ampuh yang berguna. Buktinya, esoknya –di hari pemilihan umum– jumlah pendukung Sentosa meroket ke angkasa nan tak terkira. Tidak hanya itu, para simpatisan Sardjita –yang dahulu begitu berani lagi bersemangat mendukung Sardjita habis-habisan– berhasil disulapnya menjadi pecundang yang serba tertekan. Tertekan bila pekerjaannya hilang, tertekan bila nasib keluarganya menjadi malang. Lagi-lagi semuanya karena ancaman para pasukan Sentosa yang tak beriman. Kasihan.
⌘⌘⌘

               Tiga hari tiga malam Sentosa berpesta pora ditemani pasukan-pasukannya yang tak beriman. Mereka mabuk-mabukan sambil bergoyang dangdut sepanjang malam. Kemenangan keduanya ini tentu merupakan penantian panjang yang telah dinanti-nanti oleh Sentosa, jadi sudah barang tentu harus dirayakan. Terlebih dengan menghilangnya Sardjita beserta para pendukungnya pasca kekalahan di hari pemilihan, pasti akan menambah kesumringahan di benak Sentosa menjadi semakin tak karuan.
               Namun tak disangka tak dinyana, sekonyong-konyong seluruh masyarakat kembali terhenyak. Pesta pora yang dihelat oleh Sentosa selama tiga hari tiga malam itu pun bahkan terhenti untuk beberapa saat. Dari kejauhan, para hadirin pesta melihat banyak orang tengah beramai-ramai menjunjung tinggi kertas-kertas bertuliskan sebuah tulisan. Sentosa semakin kebingungan, maka diutuslah salah seorang bawahannya untuk menengok kertas apa gerangan.
               Sekembalinya bawahan Sentosa dari balik keramaian, Sentosa dibuat semakin terperangah mendapati bahwa kertas yang ada di hadapannya tersebut merupakan sebuah syair penentangan, “Kuda tak Berladam”: biar perang bergaung tiada henti/ pejuang-pejuang yang lemah lagi lusuh/ bertumpu pada kuda buta tak berladam/ tancapkan yakin teruntuk sabda lurus/ lalu bergumul dua kekuatan agung/ maka rakyat yang nanti berseru/ kemenangan kami bukanlah ragu./
               “Sialan! Siapa yang berani menulis syair-syair rendahan seperti itu lagi? Apakah Sardjita?” ketus Sentosa kesal.
               “Di sini tidak tertulis nama Sardjita, Pak,” jawab bawahan Sentosa.
               “Lalu siapa? Hah?”
               “Di sini hanya tertera bahwa syair ini ditulis oleh Pemimpin yang tak memiliki uang.”
               “Kurang ajar! Ini pasti Sardjita.”
               Sentosa semakin berang. Dikerahkanlah para pasukan intelijen kepercayaanya untuk dapat segera melacak dari mana ancaman ini berasal. Sentosa semakin takut bila segala kemenangan dan kesuksesan pemilihan dirinya sebagai pejabat pemerintahan sekonyong-konyong terancam gagal.
               “Gawat Pak, kemenangan kita akan digugat dan diadukan ke pihak berwenang!”
               “Apa?! Akan diadukan? Gawat!”
               Sentosa kebakaran jenggot. Dirinya masih tak habis pikir mengapa Sardjita teru menerus mengusik rencananya untuk dapat kembali duduk di atas takhta  kepemimpinan.
               Sentosa tak kehabisan akal. Dengan segudang lembaran uang yang dimilikinya, Sentosa kembali meracik strategi licik agar Sardjita dapat segera disingkirkan hingga ke akar-akarnya. Koper-koper besar dipersiapkan. Semuanya diisikan lembaran uang-uang kertas olehnya dengan nilai yang menakjubkan.
               “Untuk koper yang terakhir, tolong kalian isi dengan dollar. Cepat!” Sentosa menunjuk sebuah koper hitam di hadapannya. Dari sejumlah koper-koper yang disiapkannya itu, hanya koper terakhirlah yang mendapat perlakuan berbeda. Jika koper-koper sebelumnya hanya berisikan lembaran rupiah, maka koper terakhir berisikan dollar dengan jumlah nilai yang fantastis.
               Tidak ada satu pun dari anak buahnya yang tahu kepada siapa koper terakhir itu akan bertandang. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menanyakannya pada Sentosa.
               “Pak, lapor! Semua kopernya sudah siap, Pak!” lapor anak buah Sentosa.
               “Bagus, sekarang cepat kirim koper-koper itu ke sejumlah alamat yang ada di kertas ini. Segera!”
               Maka setelahnya koper-koper berisi uang itu dikirimkan, dimulailah segera babak baru persaingan antara Sentosa dan Sardjita. Ketegangan pecah saat itu, ketika banyak kelompok masyarakat mulai berani dan terang-terangan mendukung Sardjita sebagai penguasa. “Ini negara demokrasi! Kekuasaan dan kemenangan tidak akan bisa dibeli dengan uang!” tegas para pendukung Sardjita.
               Persaingan Sardjita dan Sentosa pun dilangsungkan. Sidang demi sidang mereka jalani. Pelbagai bentuk kecurangan pun dipaparkan oleh Sardjita pada pihak-pihak berwenang, mulai dari pengawas pemilu di tingkat daerah, hingga ke Mahkamah yang paling tinggi. Namun sayang, dari semua usaha yang dilakukan Sardjita, tidak ada satu pun yang benar-benar dapat membuahkan hasil dan mampu menggugurkan keputusan kemenangan atas Sentosa.
               “Nasib dan perjuangan kita selama ini akan ditentukan di Mahkamah tertinggi besok. Sentosa boleh saja menyangkal kita bersama bukti-bukti yang dipaparkan pada sidang-sidang di tingkat daerah, tapi tidak di Mahkamah yang tertinggi,” ucap Sardjita pada para pendukungnya.
⌘⌘⌘

               Suasana ruang sidang Mahkamah begitu penuh sesak hari ini, keputusan perihal tindak kecurangan yang dilakukan pihak Sentosa selama pemilu dilangsungkan akan segera dibacakan beberapa saat lagi. Sekumpulan simpatisan dari kedua belah kubu yang sudah sejak tadi menunggu tampak terus menerus beradu mulut. Mereka saling melempar ocehan sejak tadi. Beberapa polisi dengan sigap memisahkan  dua kerumunan yang terus menerus bersitegang agar hal-hal tidak diinginkan dapat dihindari.
               “Tenang.. tenang! Bisakah acara pembacaan keputusan ini kita mulai?” sahut Hakim di Mahkamah seraya menenangkan para hadirin yang tengah bersitegang. Suasana kembali tenang. Para hadirin kembali menatap Hakim Mahkamah dengan saksama sambil harap-harap cemas menunggu keputusan diumumkan.
               “Baik, dengan ini kami memutuskan, bahwa yang memenangkan kasus perkara ini adalah...”
               Semua orang menahan napas, tegang menanti keputusan.
               “Sentosa,” ucap Hakim Mahkamah.
               Suasana berubah riuh membahana. Sentosa dan para anak buahnya senang tak terkira. Mereka bersukacita sejadi-jadinya. “Sudah saya bilang bukan? Dollar dari saya itu ampuh! Asal kau tahu saja Sardjita, politik itu hanya untuk orang-orang kelas atas seperti saya! Hahaha!” sahut Sentosa pada Sardjita.
               Semua pendukung Sentosa bersorak sorai ketika kemenangan telah ditetapkan. Sementara itu, raut wajah Sardjita –dengan perasaan berantakan− masih pucat. Ia masih tak percaya dengan segala keputusan yang terjadi bahwa orang kecil sepertinya masih sulit untuk mencari keadilan di negeri berdaulat seperti ini, meski pada Mahkamah tertinggi sekali pun.
⌘⌘⌘

               Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Kini, Sentosa berdiri kokoh di puncak kekuasaanya dengan tiada seorang pun berani mengusik ketenangannya. Dan seperti nubuat-nubuat yang telah sering disebutkan oleh para ulama serta sesepuh di masa lalu tentang akhir cerita manusia-manusia bengis nan tamak, maka ditengah-tengah kenikmatan takhta kekuasaan itu, datanglah syair-syair kekesalan Tuhan yang telah dipersiapkan-Nya agar menyadarkan Sentosa karena telah begitu dzalim menyakiti semua.
               “Pak Sentosa, gawat Pak! Gawat!” lapor anak buah Sentosa.
               “Ada apa? Coba kau tenang sedikit, ceritakan pelan-pelan!”
               “Anu Pak, perihal kemenangan kasus pemilu Bapak ketika di Mahkamah waktu lalu, ternyata KPK berhasil menemukan indikasi adanya keterlibatan Bapak sebagai orang yang terkait kasus penyuapan.”
               “Apa?! Kamu serius?! Jangan main-main kamu!”
               “Betul Pak, saya serius. Bahkan beritanya sudah ada di televisi, Pak.”
               Sentosa kaget bukan main, sekonyong-konyong pikirannya menjadi kacau. Benar-benar kacau. Matanya berkunang-kunang, hampir membuatnya ambruk di tempat. Dalam hati kecilnya, Sentosa merasa amat menyesal telah melakukan tindakan hina dan semena-mena, namun semuanya sudah terlambat.

−Kota Serang,  November 2013−

Catatan: Cerpen "Pemimpin yang Tak Memiliki Uang" adalah bagian dari kumpulan cerpen "Danghyang" karya D. Apriyanto yang terbit pada 2014 silam.